Artikel

Darurat Sampah Tangerang, TNI Ikut Angkut Gunungan Sampah

30 September 2026 Tangerang, Banten 3 views

Darurat sampah melanda Tangerang setelah TPA Rawa Kucing ditutup, membuat sampah menumpuk di berbagai titik dan mengancam kesehatan warga. TNI turun tangan membantu pengangkutan sampah, memberi lega sementara, tapi ini jadi pengingat buat kita semua untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.

Darurat Sampah Tangerang, TNI Ikut Angkut Gunungan Sampah

Bayangin kalau lo harus bangun pagi terus ngadepin tumpukan sampah yang menggunung di depan rumah. Itulah yang sekarang lagi terjadi di Tangerang. Kota yang biasanya sibuk dan modern ini tiba-tiba jadi darurat sampah setelah TPA Rawa Kucing—tempat pembuangan akhir utama—ditutup. Akibatnya, sampah dari pemukiman dan pasar langsung numpuk di mana-mana. Bukan cuma bikin suasana nggak nyaman, tapi ini udah jadi darurat lingkungan yang bikin warga panik.

Pemandangan gunungan sampah jadi hal yang biasa dilihat sehari-hari. Warga yang biasanya tinggal buang sampah sekarang harus mikir dua kali: sampah mau ditaruh di mana? Aktivitas sehari-hari jadi terganggu, dan yang lebih parah, risiko kesehatan mulai mengintai. Tumpukan sampah bisa jadi sarang nyamuk demam berdarah, dan bau menyengatnya juga bisa memicu infeksi saluran pernapasan. Jadi, masalah ini bukan cuma soal estetika kota, tapi soal kualitas hidup yang menurun drastis.

Gunung Sampah di TPS Bikin Warga Kepusing

Semua berawal dari penutupan TPA Rawa Kucing yang selama ini jadi andalan pengelolaan sampah Tangerang. Tanpa sistem pengangkutan yang memadai, sampah mulai menggunung di titik-titik kritis. Warga yang tadinya sibuk ngurus kerjaan dan keluarga sekarang harus ekstra waswas. Lingkungan jadi kotor, bau menyengat, dan risiko penyakit makin tinggi. Bahkan buang sampah aja jadi momok—apalagi kalau lokasi TPS penuh dan nggak ada petugas yang ngangkut. Suasana panic perlahan terasa di beberapa titik.

Yang paling dikhawatirin warga jelas soal kesehatan. Tumpukan sampah kayak gini bisa jadi sarang penyakit, dari demam berdarah sampai infeksi saluran pernapasan. Ini bukan cuma soal pemandangan yang nggak enak, tapi soal lingkungan hidup yang sehat bagi semua. Masyarakat pun mulai panik karena aktivitas sederhana kayak buang sampah jadi sesuatu yang bikin stres.

TNI Turun Tangan, Bantu Angkut Sampah

Di tengah kekacauan itu, datang bantuan dari pihak yang nggak disangka—TNI. Personel dan truk militer dikerahkan buat bantu pengangkutan sampah dari titik-titik kritis ke tempat pembuangan lain yang masih bisa dipakai. Ini bukan aksi seremonial, mereka benar-benar langsung kerja ngejar tumpukan sampah yang udah menggantung di pinggir jalan. Kehadiran mereka jadi simbol gotong royong yang cepat dan nyata, dan masyarakat merasa ada pihak yang bisa diandalkan di luar pemerintah daerah.

Dampaknya langsung kerasa: jalanan mulai lega, sampah perlahan berkurang, dan warga bisa napas lega. Tapi, ini baru solusi sementara. Yang lebih penting adalah kita sadar kalau masalah lingkungan itu bukan cuma tanggung jawab pemerintah atau TNI—ini urusan kita semua. Kebiasaan sehari-hari, mulai dari bungkus snack sampai sampah belanja, ikut nyumbang gunungan sampah yang tiap hari terus bertambah. Jadi, setelah dibantu TNI, sekarang saatnya kita introspeksi.

Kasus darurat sampah di Tangerang ini jadi alarm keras buat kita semua. Infrastruktur kota bisa kewalahan kapan aja, apalagi kalau volume sampah terus naik tanpa diimbangi kesadaran buat mengelolanya. TNI sudah turun tangan, tapi kita sebagai individu juga punya peran penting: mulai dari pilah sampah di rumah, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, sampai buang sampah pada tempatnya. Karena lingkungan yang sehat itu bukan cuma tugas pemerintah, tapi kebiasaan kecil yang kita lakukan tiap hari.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, TPS, TPA Rawa Kucing

Lokasi: Tangerang, Rawa Kucing