Artikel

Gagal Panen dan Harga Gabah Anjlok, Petani di Lamongan Mengadu ke DPRD Minta Intervensi Pemerintah

04 Agustus 2026 Lamongan, Jawa Timur 3 views

Petani di Lamongan menghadapi gagal panen akibat hama dan cuaca ekstrem, ditambah anjloknya harga gabah di tingkat mereka. Mereka pun mengadu ke DPRD minta intervensi pemerintah. Kondisi ini berpotensi mengganggu produksi beras dan berdampak pada ketersediaan serta harga bahan pokok kita sehari-hari.

Gagal Panen dan Harga Gabah Anjlok, Petani di Lamongan Mengadu ke DPRD Minta Intervensi Pemerintah

Bayangkan capek-capek nanam padi berbulan-bulan, eh pas panen malah dapet musibah. Ini yang lagi dialami para petani di Lamongan, Jawa Timur. Nggak cuma berhadapan dengan serangan hama dan cuaca ekstrem yang bikin gagal panen, mereka juga harus gigit jari karena harga gabah di tingkat mereka anjlok parah. Niat buat mencukupi kebutuhan malah berujung di ambang kerugian. Rasanya kayak jerih payah selama ini menguap begitu aja.

Mengadu ke DPRD, Minta Tangan Pemerintah Turun

Karena udah nggak kuat lagi, para petani ini akhirnya mengambil langkah buat bersuara. Mereka mengadu ke DPRD setempat, minta pemerintah buat intervensi. Tuntutannya jelas: ada regulasi yang bisa ngatur harga jual yang wajar, plus bantuan konkret buat menopang mereka di masa sulit ini. Ini bukan soal minta sedekah, tapi minta keadilan supaya hasil keringat mereka nggak terus-terusan dibeli dengan harga yang nggak sebanding dengan biaya produksi.

Cerita petani Lamongan ini sebenernya cuma satu titik dari gambaran yang lebih besar. Banyak daerah lain yang mungkin mengalami hal serupa. Ketika panen gagal dan harga jatuh, siklusnya jadi lingkaran setan. Petani rugi, modal buat musim tanam berikutnya menipis, dan akhirnya bisa memengaruhi niat mereka buat tetap menanam padi. Di sinilah ketahanan pangan lokal kita diuji.

Dampaknya Bisa Kita Rasakan di Meja Makan

"Lah, kita kan tinggal di kota, urusan petani mah jauh banget." Eits, jangan salah. Dampaknya ternyata bisa nyampe ke kita, loh. Coba bayangin, kalau makin banyak petani yang mengalami kerugian dan memutuskan untuk berhenti atau mengurangi tanam, apa yang terjadi? Produksi beras nasional bisa terganggu. Otomatis, ketersediaan bahan pokok kita bisa berkurang, yang pada akhirnya berpotensi mendorong harga beras di pasaran naik.

Jadi, isu gabah murah dan gagal panen ini bukan cuma urusan mereka aja, tapi juga urusan kita semua. Kestabilan harga bahan makanan pokok kita, mulai dari nasi yang kita makan sehari-hari sampai ke bahan olahan lainnya, sangat bergantung pada kesejahteraan para petani di hulu. Mereka adalah garda terdepan yang menjamin piring kita tetap terisi.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan itu nggak cuma soal stok beras di gudang Bulog. Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga agar orang-orang yang memproduksinya, yaitu para petani, tetap bisa survive dan sejahtera. Ketika mereka sejahtera, pasokan akan lancar, dan kita pun bisa tenang. Dukungan dalam bentuk kebijakan harga yang adil dan bantuan yang tepat sasaran dari pemerintah bukan lagi sekadar bantuan, tapi investasi buat masa depan ketersediaan makanan kita semua.