Kamu pernah nggak sih, seorang prajurit TNI AD yang sehari-hari bertugas jaga keamanan, tapi juga rela jadi guru sukarelawan di pedalaman Kalimantan? Kisah Sertu Budi Haryono ini viral di media sosial karena aksinya yang bikin banyak orang terharu sekaligus terinspirasi. Sejak Juni 2024, dia nggak cuma menjalankan tugas militer, tapi juga mengabdikan diri untuk pendidikan anak-anak di Desa Long Apari, Kalimantan Timur. Desa ini terletak di pedalaman yang aksesnya super sulit, jauh dari hiruk-pikuk kota. Buat mencapai sekolah darurat tempat dia ngajar, Sertu Budi harus berjalan kaki sekitar 2 jam, bahkan nggak jarang harus menyeberangi sungai. Bayangin, tiap hari dia lakuin itu demi ngajar membaca, berhitung, dan pengetahuan umum untuk anak-anak yang jarang banget dapat akses pendidikan layak.
Perjuangan Harian Seorang Prajurit Guru
Buat Sertu Budi, jadi guru sukarelawan bukan cuma iseng atau cari popularitas. Dia sadar banget kalau anak-anak di pedalaman butuh banget pendidikan. Dengan berjalan kaki jauh dan menyeberangi sungai, dia nggak pernah mengeluh. Semangatnya itu yang bikin banyak orang terpanggil. Di tengah keterbatasan fasilitas, dia tetap ngajar dengan hati. Nggak jarang dia harus nempuh medan yang berat, tapi semua dia lakuin dengan ikhlas. Kisah Sertu Budi ini juga nunjukin kalau profesi nggak ngehalangin seseorang buat berdampak. Sebagai prajurit TNI, dia punya tugas berat, tapi dia masih meluangkan waktu untuk pendidikan. Ini jadi pelajaran berharga buat kita semua, terutama generasi muda. Kita nggak harus jadi guru profesional buat bisa berbagi ilmu, yang penting ada niat dan konsisten.
Dampak Viral dan Gerakan Donasi
Setelah kisahnya viral, banyak warga yang langsung tergerak untuk membantu. Donasi buku dan alat tulis mulai berdatangan untuk anak-anak di Desa Long Apari. Kebahagiaan anak-anak sekolah di sana jadi hal yang nggak ternilai. Aksi Sertu Budi juga menginspirasi banyak orang buat ikut berkontribusi, misalnya lewat gerakan #SetahunBuku atau adopsi jarak jauh untuk anak-anak pedalaman lewat lembaga terpercaya. Ini nunjukin kalau satu aksi kecil bisa memicu perubahan besar. Dengan berbagi, kita bisa bantu wujudkan mimpi anak-anak yang mungkin nggak seberuntung kita. Mungkin kita nggak bisa langsung ke Kalimantan, tapi kita bisa bantu dari jauh dengan donasi atau dukungan lainnya. Yang penting, kita nggak diem aja.
Jadi, dari kisah Sertu Budi Haryono ini, kita belajar bahwa dampak nggak harus dari hal besar. Seorang prajurit TNI aja bisa jadi guru sukarelawan di pedalaman, masa kita nggak bisa bantu dari hal kecil? Mulai sekarang, yuk lebih peka sama lingkungan sekitar. Siapa tahu, aksi kita bisa mengubah hidup orang lain. Kita bisa mulai dengan gerakan #SetahunBuku, menyisihkan satu buku atau alat tulis untuk anak-anak yang membutuhkan. Atau kalau nggak sempat, minimal kita bisa menyebarkan cerita ini ke orang lain, siapa tahu ada yang tergerak.