Artikel

Nganggur Usai Tsunami? Prajurit TNI Bantu Warga Pesisir Sulawesi Kembali ‘Melek’ Digital dan Cari Kerja Online

12 Juni 2026 Sulawesi 3 views

Prajurit TNI membantu korban tsunami di pesisir Sulawesi tidak hanya dengan bantuan fisik, tapi juga dengan pelatihan literasi digital untuk mencari kerja online. Program pemberdayaan ini memberikan keterampilan praktis sekaligus mengembalikan rasa percaya diri warga, menciptakan harapan baru di tengah pemulihan pasca bencana.

Nganggur Usai Tsunami? Prajurit TNI Bantu Warga Pesisir Sulawesi Kembali ‘Melek’ Digital dan Cari Kerja Online

Kehidupan berubah drastis dalam sekejap bagi warga pesisir Sulawesi. Setelah tsunami menerjang, tak hanya rumah yang hancur, tapi juga sumber penghidupan. Di tengah situasi suram itu, muncul langkah kreatif dari para prajurit TNI yang nggak cuma bantu bangun fisik, tapi juga kasih 'senjata' baru untuk bertahan hidup: keterampilan digital. Bukan sekadar bantuan biasa, ini upaya pemberdayaan yang bikin warga bisa bangkit dengan cara mereka sendiri.

Dari Posko Darurat Jadi Ruang Belajar Digital

Setelah bantuan awal berlalu, banyak anak muda dan warga korban bencana terjebak dalam situasi menganggur. Sektor tradisional seperti nelayan masih belum pulih sepenuhnya. Melihat kondisi ini, personel TNI yang punya kemampuan teknologi mengambil langkah cerdas. Mereka mengubah posko bantuan menjadi ruang pelatihan literasi digital. Dengan memanfaatkan hotspot internet yang mereka siapkan, warga diajari hal-hal praktis: mulai dari cara bikin CV digital yang menarik, teknik daftar di platform lowongan kerja online, sampai tips menghindari penipuan saat cari kerja di internet.

Pelatihan ini dirancang agar langsung bisa diterapkan. Bayangkan, dari yang mungkin sebelumnya cuma pakai smartphone untuk media sosial atau hiburan, sekarang warga bisa memanfaatkan gadget mereka sebagai alat pencari nafkah. Ini adalah bentuk pemberdayaan yang sangat kontekstual dan langsung menjawab kebutuhan mendesak: bagaimana survive secara finansial ketika kondisi fisik lingkungan masih dalam proses pemulihan di Sulawesi.

Lebih Dari Sekadar Skill: Membangun Harapan dan Rasa Percaya Diri

Dampaknya ternyata nggak cuma terasa di dompet. Prinsip 'beri kail, bukan ikan' benar-benar terwujud di sini. Warga punya alternatif mata pencaharian dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pekerjaan fisik di daerah yang sedang memulihkan diri. Tapi yang mungkin lebih penting dari itu semua adalah pemulihan mental dan rasa percaya diri mereka.

Pasca bencana besar, sering muncul perasaan tidak berdaya dan frustasi karena merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan diberikan keterampilan baru dan prospek untuk mandiri secara digital, perasaan itu pelan-pelan tergantikan oleh semangat mencoba. Anak muda punya aktivitas produktif, tujuan baru, dan—yang paling penting—rasa punya kendali lagi atas hidup mereka sendiri. Pemulihan jadi tidak cuma soal membangun kembali rumah, tapi juga membangun kembali harapan. Literasi digital yang mereka dapatkan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan yang lebih tangguh.

Cerita ini menunjukkan bagaimana bantuan pasca bencana bisa dirancang untuk jangka panjang. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik sesaat, tapi juga mempersenjatai korban dengan kemampuan untuk bangkit mandiri. Inisiatif prajurit TNI ini membuktikan bahwa peran institusi bisa sangat transformatif dan relevan dengan zaman. Mereka adaptif, melihat kebutuhan yang tidak kasat mata tapi krusial: kebutuhan akan keterampilan abad 21 yang membuat warga tetap terhubung dengan peluang kerja meski kondisi fisik daerah belum pulih sepenuhnya.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, tempo.co

Lokasi: Sulawesi