Artikel

Prajurit TNI Bantu Petani Garap Sawah di Lombok yang Kekurangan Tenaga Kerja

21 September 2026 Lombok 5 views

Musim panen di Lombok tahun ini menghadapi krisis tenaga kerja karena anak muda merantau. Prajurit TNI turun tangan membantu petani memanen padi, mulai dari memotong hingga menjemur. Aksi gotong royong ini tidak hanya menyelamatkan hasil panen, tapi juga mengingatkan kita semua untuk lebih menghargai petani dan ketahanan pangan.

Prajurit TNI Bantu Petani Garap Sawah di Lombok yang Kekurangan Tenaga Kerja

Bayangin, musim panen udah di depan mata, padi menguning siap dipanen, tapi petani malah pusing tujuh keliling. Bukan karena hama atau harga, tapi karena nggak ada yang bantu motong padi. Di Lombok, situasi ini bener-bener nyata. Anak muda banyak yang merantau ke kota atau kerja di sektor pariwisata, jadi tenaga kerja lokal di sawah minim banget. Akibatnya, petani yang mayoritas sudah berumur harus kerja ekstra keras. Padahal kalau panen telat, hasilnya bisa rusak dan penghasilan keluarga melayang. Nah, di tengah krisis tenaga inilah, datang bantuan tak terduga dari para prajurit TNI.

Prajurit TNI Turun ke Sawah: Gotong Royong Modern

Melihat kondisi kritis itu, sejumlah prajurit dari Kodam setempat langsung bergerak. Bukan untuk latihan perang, tapi turun ke sawah bantu proses panen secara sukarela. Mulai dari memotong padi, mengangkut hasil ke tempat pengeringan, hingga menjemur gabah — semua dilakukan di sela-sela tugas pokok mereka. Aksi ini bukan cuma meringankan beban fisik para petani, tapi juga jadi contoh nyata gotong royong antara institusi negara dan warga biasa. Seperti kata salah satu petani yang dibantu, 'Kami sangat terbantu. Tenaga mereka berarti besar secara ekonomi dan psikologis.'

Bantuan tenaga dari TNI ini punya dampak langsung ke kehidupan para petani di Lombok. Pertama, hasil panen yang selamat artinya penghasilan keluarga tetap terjaga. Kedua, beban fisik berkurang sehingga risiko kesehatan pada petani lanjut usia bisa diminimalkan. Tapi di balik itu semua, ada pesan penting buat kita, terutama generasi muda. Pertanian bukan sektor usang. Pangan adalah kebutuhan dasar, dan petani adalah pahlawan pangan. Ketika anak muda meninggalkan sawah, krisis tenaga seperti ini bisa terjadi di mana saja. Aksi TNI ini mengingatkan bahwa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama masih hidup di tengah modernitas.

Yang menarik, kegiatan ini bukan sekadar bantuan musiman. Ini bentuk gotong royong modern yang bisa jadi inspirasi. TNI menunjukkan bahwa institusi formal pun bisa hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sebagai pasukan yang jauh. Bagi kita yang mungkin belum sempat terjun langsung ke sawah, setidaknya kita bisa mulai menghargai sepiring nasi yang kita makan setiap hari. Atau, kalau ada kesempatan, ikut mendukung ketahanan pangan lewat cara sederhana: membeli produk lokal, mengurangi food waste, atau sekadar mengucapkan terima kasih pada petani. Karena pada akhirnya, pertanian adalah urusan kita semua.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI, Kodam

Lokasi: Lombok