Artikel

Prajurit TNI Ngajar Coding di SDN Terpencil: Jadi Pelopor Digitalisasi Desa

15 September 2026 Desa Cikembang, Jawa Barat 10 views

Prajurit TNI ngajarin coding di SDN terpencil Jawa Barat lewat program 'TNI Sahabat Digital', bikin anak-anak yang tadinya gaptek jadi bisa bikin animasi dalam sebulan. Program ini nggak cuma ngasih ilmu teknis, tapi juga membuka mimpi baru dan ningkatin kepercayaan diri anak-anak desa. Ini bukti kalau digitalisasi desa bisa dimulai dari hal sederhana dan siapa aja bisa jadi jembatannya.

Prajurit TNI Ngajar Coding di SDN Terpencil: Jadi Pelopor Digitalisasi Desa

Bayangin kamu duduk manis di kelas 5 SD, tiba-tiba ada sekelompok prajurit TNI masuk bawa laptop dan proyektor. Bukan buat latihan baris-berbaris, tapi ngajarin kamu coding. Kaget? Pasti! Nah, itulah yang terjadi di sebuah SDN terpencil di Jawa Barat. Anak-anak di sana yang biasanya lebih akrab sama cangkul dan alat pertanian, sekarang mulai akrab sama keyboard dan mouse. Program bertajuk 'TNI Sahabat Digital' ini sukses bikin semua orang melongo, karena bukan cuma soal ngajarin teknologi, tapi juga membuka pintu masa depan yang tadinya terasa jauh banget.

Dari Alat Pertanian ke Scratch: Satu Bulan yang Mengubah Perspektif

Awalnya, anak-anak di desa itu cuma bisa stare blank lihat layar laptop. Buat mereka, mouse dan keyboard itu barang asing. Tapi para personel TNI dengan sabar banget ngajarin dasar-dasar coding lewat Scratch—platform visual yang bikin belajar coding tuh kayak main puzzle, seru dan nggak ngebosenin. Dalam waktu satu bulan aja, anak-anak kelas 5 itu udah bisa bikin animasi sederhana sendiri. Pihak sekolah juga ngaku kalau ini pertama kalinya ada pembelajaran coding formal di desa mereka. Ini bukan sekadar les tambahan, tapi ini adalah pendidikan digital yang langsung nyentuh akar masalah: kesenjangan akses teknologi. Nah, yang bikin makin keren, TNI juga ikut melatih guru-guru setempat biar program ini bisa berlanjut, bukan cuma proyek dadakan yang mati begitu aja.

Dampak Nyata yang Nggak Cuma Soal Coding

Dampak dari program ini tuh nggak cuma teknis, tapi juga ke mental dan mimpi anak-anak. Mereka jadi lebih percaya diri dan mulai berani punya mimpi baru—nggak cuma jadi petani kayak orang tua mereka, tapi juga bisa jadi programmer, desainer, atau bahkan founder startup suatu hari nanti. Buat kita yang udah biasa banget sama teknologi di kota, belajar coding mungkin hal yang biasa. Tapi buat mereka, ini tuh kayak ngebuka jendela ke masa depan yang tadinya tertutup rapat. Digitalisasi desa itu ternyata bukan cuma soal internet masuk, tapi soal gimana sumber daya manusia di desa bisa bersaing di era digital. Program ini juga ngebuktiin kalau TNI bisa jadi jembatan penghubung, bukan cuma penjaga keamanan.

Jadi, kalau nanti ada startup keren yang lahir dari desa terpencil di Jawa Barat, jangan kaget. Bisa jadi founder-nya adalah salah satu anak yang dulu diajarin coding sama prajurit TNI. Ini adalah contoh pendidikan yang nggak cuma transfer ilmu, tapi juga transfer harapan. Buat kita yang udah akrab sama teknologi, program ini ngasih pelajaran penting: kadang yang paling dibutuhkan bukanlah alat yang canggih, tapi kehadiran dan kesabaran untuk ngajarin. TNI udah ngasih contoh kalau kemajuan digital bisa dimulai dari mana aja—bahkan dari SD terpencil dengan proyektor seadanya. Nah, dari cerita ini, kita jadi inget kalau setiap anak berhak dapet akses yang sama, dan nggak ada kata terlambat buat mulai belajar.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AL, TNI, SDN, Scratch

Lokasi: Jawa Barat