Bayangin, setiap pagi harus jalan kaki berjam-jam atau naik perahu kecil yang nggak selalu ada, cuma buat sampai ke sekolah. Itulah keseharian anak-anak di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua. Tapi kini, cerita itu mulai berubah. Lewat program TMMD ke-114, TNI turun tangan membangun infrastruktur yang langsung menyentuh hidup masyarakat—khususnya akses pendidikan. Bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal masa depan.
Dari Jalan Kaki ke Jalan Aspal
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 fokus membangun jalan sepanjang 12 kilometer dan jembatan bambu di wilayah terpencil Tambrauw, Papua. Sebelumnya, pelajar dan guru harus menempuh perjalanan yang melelahkan—jalan kaki berjam-jam atau menggunakan perahu kecil yang tidak selalu tersedia. Kini, waktu tempuh ke sekolah berkurang drastis. Jalan baru ini menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolasi, membuka akses tidak hanya ke sekolah tapi juga ke fasilitas kesehatan dan pasar. Ini bukan cuma soal beton dan aspal, tapi tentang bagaimana infrastruktur bisa jadi jembatan menuju kesempatan yang lebih baik.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Tidak hanya membangun jalan dan jembatan, TNI juga mengadakan kelas literasi dan pelatihan keterampilan untuk pemuda setempat. Ini adalah bentuk nyata bagaimana TMMD tidak hanya menyentuh aspek fisik tetapi juga sosial. Anak-anak yang tadinya sulit berangkat sekolah kini lebih semangat, angka partisipasi sekolah pun meningkat. "Kami ingin mereka punya masa depan yang lebih baik," ujar seorang anggota TNI di lokasi. Pelatihan keterampilan seperti pertanian dan kerajinan juga diberikan agar pemuda bisa mandiri tanpa harus merantau jauh. Sentuhan kemanusiaan ini bikin program ini terasa lebih bermakna.
Dampaknya langsung terasa. Guru-guru yang sebelumnya terpaksa menginap di sekolah karena perjalanan pulang terlalu berat kini bisa pulang setiap hari. Orang tua pun semakin percaya menyekolahkan anak-anak mereka. Ini membuktikan bahwa akses infrastruktur yang memadai bisa menjadi game changer untuk pendidikan di daerah pelosok. Bagi kita yang mungkin tinggal di kota dan mengeluh soal macet atau jarak, cerita ini jadi pengingat betapa berharganya kemudahan akses yang sering kita anggap remeh. TMMD di Papua ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga aktif membangun negeri. Untuk Gen Z dan Milenial yang peduli isu pemerataan pendidikan, ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi antara aparat dan masyarakat bisa menciptakan perubahan nyata. Jadi, saat kita bersyukur bisa sekolah dengan mudah, jangan lupa bahwa masih banyak teman-teman di Papua yang baru mendapatkan kesempatan yang sama. Semoga program ini terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam membangun Indonesia dari pinggiran.